Sindikat Rug Pull di Robinhood Chain: $18,43 Juta Dikuras

TradeWiz Logo2026-10-167 menit baca
53 peluncuran, $18,43 juta dikuras, satu sindikat

Robinhood Chain resmi live di mainnet pada 1 Juli 2026, dan hampir seketika berubah menjadi taman bermain memecoin. Pool baru terus bermunculan, volume meledak, dan semua orang ingin masuk lebih awal.

Namun di akhir September, seorang analis on-chain bernama Wazz memublikasikan hasil penelusurannya: 53 peluncuran token selama kurang lebih dua bulan terhubung ke kelompok yang sama, dan kelompok itu sudah menarik setidaknya $18,43 juta dari para pembeli.

Ini bukan segelintir rug yang berdiri sendiri. Ini adalah lini produksi.


1. Angka-angka kunci

Metrik Angka
Peluncuran yang terhubung 53
Jumlah yang ditarik (ditelusuri langsung) setidaknya $18,43 juta
Rentang waktu sekitar 2 bulan (Juli – awal September 2026)
Terhubung lewat aliran dana 45 / 53 peluncuran
Kunci penandatanganan transaksi yang sama 4 peluncuran
Wallet pengumpul yang sama 4 peluncuran
Porsi supply yang dipegang kelompok setelah peluncuran 82–86%

Sebagian besar peluncuran terjadi di launchpad Pons V2, tepat di periode paling panas Robinhood Chain. Wazz meyakini angka sebenarnya lebih tinggi lagi, karena $18,43 juta itu hanya mencakup dana yang bisa ditelusuri Wazz secara langsung. Wazz juga menunjuk setidaknya dua kelompok lain yang menjalankan pola serupa dan belum dikaitkan dengan kelompok ini.

2. Skenario 5 langkah, diulang terus

Lima langkah, lalu ulangi
Setiap peluncuran membiayai peluncuran berikutnya.

Langkah 1: Pemanasan dengan peluncuran umpan. Sebelum merilis token yang "asli", kelompok ini meluncurkan beberapa token dengan nama yang sama untuk menarik uang FOMO. Menurut Wazz, CRUMBS, PINK, dan DEED semuanya punya peluncuran umpan seperti ini, dan peluncuran "asli" yang menyusul tetap di-dump juga.

Langkah 2: Pembebasan pajak anti-snipe untuk orang dalam. Pons V2 punya pajak anti-snipe untuk memperlambat bot di blok-blok pertama. Namun dalam 9 kasus, kreator token memasukkan 15–25 alamat ke daftar bebas pajak. Wallet-wallet itu membeli di 1–3 blok pertama tanpa membayar penalti sama sekali.

Langkah 3: Menyerap supply dengan klaster wallet. Di hampir setiap peluncuran, sebuah klaster berisi 70–200 wallet membeli bersamaan dan menyapu lebih dari 70% supply, mengisi penuh bonding curve.

Langkah 4: "Lulus" lalu pump. Begitu bonding curve terisi, token bermigrasi ke pool Uniswap v4. Pada titik itu kreator dan wallet-wallet bebas pajak memegang 82–86% supply, sementara para pendatang belakangan melihat chart hijau dan ikut masuk.

Langkah 5: Dump dan putar lagi modalnya. Kelompok ini menjual saat tekanan beli dari para pendatang belakangan memuncak. Profitnya lewat wallet perantara (relay) dan langsung mengalir ke akun deployer untuk token berikutnya. Satu contoh yang berhasil ditelusuri: 179 ETH masuk ke wallet perantara, 20 ETH dikirim ke alamat deployer DEED, dan biaya peluncuran dibayar hanya 16 detik kemudian.

Sebagian besar uangnya di-bridge kembali ke Ethereum mainnet dalam bentuk ETH, sehingga hampir mustahil dibekukan.

3. Melihat datanya

Hasilnya sudah ditentukan sebelum pembelian publik pertama
Data penelusuran on-chain dari Wazz (@WazzCrypto), September 2026.

Beberapa kasus spesifik:

  • CRUMBS: sekitar $3,12 juta dikuras, memakai 92 wallet akumulasi.
  • LEGS: sekitar $2,9 juta.
  • PINK: sekitar $1,44 juta.
  • DEED: sekitar 98 wallet sniper memegang 86% supply. Setelah wallet-wallet itu melakukan dump, market cap jatuh ke nol. Yang menarik, DEED bahkan tidak masuk 10 besar berdasarkan jumlah yang dikuras, padahal justru DEED yang menjadi titik awal investigasi.

Tiga kasus pertama saja sudah mencapai sekitar $7,5 juta.

4. Kenapa kecepatan tidak bisa menyelamatkanmu di sini

Kami banyak menulis soal kecepatan eksekusi. Tapi kisah ini memperlihatkan batas yang penting: kecepatan menentukan posisimu di antrean, tapi tidak bisa memperbaiki antrean yang tiketnya sudah habis terjual sebelum pintu dibuka.

Kenapa cepat saja tidak cukup
Alokasi per blok hanya ilustrasi.

Bahkan bot tercepat pun hanya bisa masuk mulai blok berikutnya. Saat itu:

  • Wallet-wallet bebas pajak sudah membeli di blok N dengan pajak 0%.
  • Klaster wallet kelompok itu sudah menyapu sebagian besar supply.
  • Kamu membeli sisanya, dan membayar pajak anti-snipe yang dibebaskan untuk orang dalam mereka.

Kamu kalah bukan karena lambat. Kamu kalah karena permainannya sudah dicurangi sejak awal.

5. Bahaya khusus bagi para copy trader

Bagi copy trader, ada jebakan yang lebih halus.

Wallet-wallet di klaster akumulasi sering terlihat sangat mirip smart money: entry yang sangat awal, harga masuk yang cantik, PnL tinggi. Kalau kamu menyaring wallet hanya berdasarkan profit dan kecepatan entry, besar kemungkinan wallet-wallet inilah yang masuk ke daftar copy-mu.

Masalahnya, kamu tidak akan pernah mendapat harga entry mereka. Mereka membeli di blok pertama, bebas pajak. Kamu membeli setelah mereka, kena pajak, dan menjadi exit liquidity tempat mereka melakukan dump.

Beberapa tanda bahaya yang perlu diperhatikan pada wallet yang ingin kamu copy:

  • Konsisten membeli di 1–3 blok pertama token yang baru diluncurkan.
  • Banyak wallet "saudara" yang membeli token yang sama, di waktu yang sama, dengan jumlah yang hampir identik.
  • Riwayat yang penuh token baru berumur pendek, yang chart-nya semua berakhir di nol.
  • Wallet yang baru dibuat, didanai dari sumber yang sama dengan banyak wallet lain.

6. 8 pengecekan sebelum kamu membeli, atau meng-copy

8 pengecekan sebelum menekan beli
Tidak ada scanner yang bisa menangkap semuanya.
  1. Ambil alamat kontrak, jangan percaya ticker. Ambil alamatnya dari situs resmi atau sumber tepercaya kedua. Beberapa token dengan nama yang sama adalah tanda bahaya pertama.
  2. Pastikan source code sudah terverifikasi. Tempel alamat token ke explorer Robinhood Chain (Blockscout) dan lihat apakah kodenya sudah diverifikasi.
  3. Periksa izin owner. Cari fungsi mint, blacklist, pause, atau fungsi apa pun yang bisa mengubah pajak. Kalau satu wallet masih bisa mengubah aturan, berhati-hatilah.
  4. Lihat siapa yang men-deploy. Dari mana wallet deployer mendapat ETH-nya, token apa saja yang pernah diluncurkannya, dan bagaimana nasib token-token itu?
  5. Lihat siapa yang membeli pertama. Buka transaksi di 1–3 blok pertama dan daftar top holder. Puluhan wallet baru yang bersama-sama memegang sebagian besar supply adalah tanda bahaya besar.
  6. Cek likuiditas. Apakah pool-nya dalam atau tipis, siapa yang memegang LP, dan apakah LP-nya dikunci?
  7. Lihat apakah penjualan berhasil. Banyak pembelian tapi hampir tidak ada penjualan yang berhasil, atau penjualan yang terus gagal, adalah tanda klasik honeypot.
  8. Lakukan test buy kecil, lalu test sell. Jalankan satu putaran beli-jual penuh dengan jumlah yang sangat kecil terlebih dulu. Hindari memberi approval tanpa batas, dan rutin cabut approval lama.

Audit membantu, tapi bukan perisai. Proyek yang sudah diaudit pun tetap pernah rug.

7. Pengaturan copy trade yang lebih defensif

Tidak ada pengaturan yang menghilangkan risiko sepenuhnya, tapi kamu bisa membatasi kerusakan kalau tidak sengaja meng-copy ke token yang buruk:

  • Batasi jumlah per trade (Max Buy). Setiap token baru sebaiknya hanya mengambil porsi kecil dari modalmu.
  • Pasang umur token dan market cap minimum kalau kamu tidak ingin terjun ke blok-blok pertama setiap peluncuran.
  • Selalu pakai TP/SL. Dengan token baru, tujuannya bertahan hidup dulu, baru profit.
  • Tinjau daftar Copy Wallet-mu berdasarkan tanda-tanda di bagian 5, jangan hanya melihat PnL.
  • Nyalakan lapisan anti-rug kalau bot-mu punya. TradeWiz meningkatkan fitur anti-rug untuk Robinhood FOMO di bulan September, tapi itu adalah filter, bukan janji tanpa risiko.

Kesimpulan

Sindikat 53 token ini mengungkap kenyataan yang tidak nyaman: di peluncuran yang sudah diatur, para pembeli publik sudah kalah bahkan sebelum order pertama mereka dikirim.

Kecepatan tetap penting. Tapi sebelum bertanya "seberapa cepat aku bisa masuk", tanyakan "aku sedang masuk ke apa, dan siapa yang masuk sebelum aku."

Cek dulu. Baru cepat.

Trade Fast. Trade Smart.

Catatan: Angka-angka dalam artikel ini didasarkan pada hasil penelusuran on-chain publik dari analis Wazz (September 2026). Data on-chain menunjukkan keterkaitan antar-wallet, tapi data itu saja tidak cukup untuk menetapkan tanggung jawab hukum individu mana pun. Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan saran investasi.